Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) telah mengesahkan Standar Pendidikan Profesi Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi yang disusun oleh Kolegium Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia Tahun 2020. Sebagai standar, maka seluruh penyelenggara Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Radiologi Kedokteran Gigi di Indonesia harus mengacu pada standar tersebut.

Kolegium Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia (KRKGI) bertugas mengampu dan mengembangkan disiplin keilmuan radiologi kedokteran gigi. Sesuai dengan tugasnya, KRKGI juga bertanggung jawab untuk menjaga lulusan PPDGS RKG agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dan untuk mengetahui apakah seorang PPDGS RKG mempunyai kompetensi yang sesuai dengan standar kompetensi tersebut, maka KRKGI melaksanakan Uji Kompetensi Nasional. Uji Kompetensi Sp.RKG adalah ujian yang diadakan oleh organisasi profesi RKG, dan dilaksanakan secara nasional oleh KRKGI. Sesuai dengan Organisasi Tata Laksana KRKGI, Uji Kompetensi dilaksanakan oleh Panitia Uji Kompetensi dilaksanakan oleh Panitia Uji Kompetensi Nasional Sp.RKG yang dibentuk KRKGI dan disahkan oleh PB IKARGI. Ujian ini wajib ditempuh oleh semua lulusan PPDGS RKG yang telah melaksanakan ujian lokal yang diselenggarakan oleh sentra pendidikan (institusi pendidikan penyelenggara PPDGS RKG), dan kelulusan uji kompetensi nasional ini disahkan dengan diterbitkannya Sertifikat Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia oleh ketua KRKGI

Tujuan Uji Kompetensi Spesialis RKG

Untuk memastikan kompetensi domain pengetahuan (knowledge), keterampilan (practice/psychomotor) dan affective lulusan program pendidikan Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi telah sesuai, dan memenuhi standar kompetensi SpRKG yang ditetapkan KRKG.Lingkup Uji Kompetensi Spesialis RKG

  1. Ujian ini mencakup materi modalitas citra (imaging modalities), produksi citra, dan interpretasi citra serta data radiografik yang dihasilkan oleh semua modalitas radiologi kedokteran gigi yang digunakan untuk diagnosis dan manajemen penyakit, gangguan, kelainan dan/atau kondisi daerah mulut serta maksilofasial (oral dan dento-maksilofasial).
  2. Ujian meliputi pendalaman keilmuan RKG, dan kompetensi termasuk nilai-nilai (values)

Calon Peserta Ujian :
Peserta Ujian adalah dokter gigi spesialis radiologi kedokteran gigi yang akan mengikuti uji kompetensi nasional atau uji kompetensi ulang, yaitu:

  1. Dokter gigi spesialis lulusan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Radiologi Kedokteran Gigi dari institusi pendidikan yang telah ditetapkan Kemdiknas.
  2. Dokter gigi spesialis lulusan radiologi kedokteran gigi luar negeri yang telah menyelesaikan adaptasi.
  3. Dokter gigi spesialis lulusan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Radiologi Kedokteran Gigi dari institusi pendidikan, yang belum lulus uji kompetensi.
  4. Dokter gigi spesialis radiologi kedokteran gigi yang belum mempunyai STR sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk dapat mengikuti ujian kompetensi Sp.RKG, dipersyaratkan sbb:
1) Telah menjadi anggota Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia (IKARGI).
2) Telah melunasi uang pangkal dan iuran anggota IKARGI selama/sampai dengan 1 tahun terakhir (tahun 2021) sebesar Rp. 360.000/tahun
3) Menyerahkan fotokopi tanda lulus Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi dari institusi penyelenggara PPDGS RKG, atau surat keterangan lulus ujian,
4) Menyerahkan transkrip akademik.
5) Menyerahkan surat keterangan telah selesai mengikuti adaptasi sesuai ketentuan yang berlaku, bagi lulusan luar negeri.
6) Menyerahkan pas foto terbaru (memakai jas hitam) ukuran 4×6 dan 3×4 (berwarna dasar merah) sebanyak 4 (tiga) lembar
7) Menyerahkan surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter.

Semua persyaratan disertai surat pengantar dari Ketua Program Studi, dikirim ke Panitia Uji Kompetensi Nasional Sp.RKG sebagai penanggung jawab penyelenggaraan Uji Kompetensi, dengan alamat : Jln. Kalikepiting 55/4, Tambaksari, Surabaya 60132 paling lambat tanggal 10 Februari 2021 (cap pos)

Panitia Uji Kompetensi Nasional SpRKG:
Panitia Uji Kompetensi Nasional SpRKG terdiri dari Ketua Panitia, Sekretaris dan Bendahara. Panitia Uji Kompetensi Nasional Sp.RKG bertugas melakukan registrasi calon peserta termasuk melakukan verifikasi berkas persyaratan, mempersiapkan penyelenggaraan ujian, dan melaporkan penyelenggaraan uji kompetensi kepada Ketua KRKGI.
Dalam menyelenggarakan ujian kompetensi, Panitia Uji Komptensi dibantu oleh panitia lokal.

Penguji:
Penguji pada Uji Kompetensi Nasional Sp.RKG ditentukan oleh KRKGI, dan disahkan oleh PB IKARGI. Jumlah penguji dalam satu tim penguji paling sedikit 2 (dua) orang dan paling banyak 5 (lima) orang, dengan ketentuan sbb:
• Guru Besar Radiologi Kedokteran Gigi yang masih aktif dan/atau Guru Besar purna bakti yang ditugaskan kembali oleh institusinya.
• Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi Konsultan, atau Dosen Radiologi Kedokteran Gigi yang sudah menempuh jenjang pendidikan S3 (Doktor) bidang RKG, dan masih aktif mengajar di institusi pendidikan tinggi.

Pelaksanaan Ujian :
• Ujian dilaksanakan selama 2 hari, pada tanggal 17 sampai 18 Februari 2021
• Ujian dilaksanakan secara daring

Materi Ujian :
• Materi dan soal ujian kompetensi dipersiapkan oleh Panitia Uji Kompetensi Nasional Sp.RKG, mencakup bidang-bidang fragmentasi keilmuan RKG, dan domain kompetensi.
• Bentuk ujian : MCQ dalam Vignette, Simulasi Kasus Klinik (Soca) dan OSCE, serta ujian lisan, dengan ketentuan bahwa ujian lisan memiliki bobot 55% dari seluruh penilaian.

Penilaian Ujian :
Peserta uji kompetensi dinyatakan lulus apabila nilai akhir minimal mencapai B, dan selanjutnya akan diterbitkan SERTIFIKAT KOMPETENSI

Biaya Ujian :
Seluruh biaya uji kompetensi ditanggung oleh peserta sebesar Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah). Besarnya biaya mencakup komponen pembiayaan sbb:
• Biaya Administrasi Sertifikasi Nasional
• Biaya tetap kepanitiaan, ATK, cetak sertifikat
• Honor penguji
• Biaya lainnya yang terkait dengan keperluan uji kompetensi
Biaya penyelenggara uji kompetensi ditentukan oleh panitia uji kompetensi nasional Sp.RKG. Apabila terdapat kelebihan dana, akan dimasukkan ke dalam kas Kolegium RKG-IKARGI

Panduan ini diterbitkan oleh Kolegium Radiologi Kedokteran Gigi dan Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia (IKARGI) untuk menginformasikan kepada calon peserta uji kompetensi nasional Sp.RKG tentang persyaratan dan kebijakan menempuh ujian kompetensi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (Sp.R.K.G). Panduan ini menggantikan Buku Pedoman Uji Kompetensi Radiologi Kedokteran Gigi yang ada sebelumnya.

Hal-hal yang belum tercantum dalam panduan ini akan disepakati oleh Panitia Ujian Nasional dengan pertimbangan dari KRKGI dan PB IKARGI.